Mengenal Piramida Sensori Integrasi dan Bermain Sesuai Tahapan Usia Anak

8
580
views

Beberapa minggu yang lalu buwin berencana untuk aktif “beneran” di blog, yeay!! ๐Ÿ˜€

Jadiii ceritanya sejak bulan Januari lalu buwin sudah mulai konsisten menjalankan resolusi 2018, yaitu lebih banyak ngomong, alias banyak banget “membaca nyaring” ke anak. Dipikir-pikir rasanya sayang kalau buku yang sudah dibaca itu tidak ditulis resensinya ya. Tapi berhubung malas bergerak sendirian, jadilah buwin punya ide untuk kolaborasi dengan delinabook.wordpress.com (blog bukunya Budel). Tadinya sih ingin mengajak untuk sama-sama konsisten menulis resensi buku anak.. tadinya yaa xD.

Sebelumnya memang buwin sering melihat Budel (Bunda Ade Delina) ini seliweran di medsos. Kayaknya buwin yang nge-add ya, lupa xD. Selintas buwin tau kalau Budel ini seorang blogger yang suka baca buku dan juga seorang “emak kesundulan”. Alias punya dua anak yang masih di bawah dua tahun. Lumayan sama deh ya nasibnya. Gara-gara sering baca tulisannya, buwin pun jadi merasa sok deket sama Budel. Haha :p.

Namun setelah berdiskusi yang panjang banget, akhirnya kami malah sepakat untuk menulis “warna-warni” kehidupan ala ibu-ibu kesundulan. Alasannya karena topik itu lebih cocok untuk kami dan menarik untuk dibahas. Iya kan? Iya ngga sih? haha xD. Bahas bukunya bisa lah yaa kapan-kapan. Atau bagi yang merasa jumlah buku anaknya lumayan banyak, boleh kok hubungi saya kalau mau kolaborasi blog juga. Huehe :D. Saya sih sebenernya cuma pake buku perpus aja, bukannya beli xD

Oya, untuk mendukung hobi istrinya ini, ayah herry mau dengan dipaksa ehh sukarela membuat banner kolaborasi blognya budel dan buwin.. Iniii dia karyanya bapak suami yang dibuat cepet banget dan ngga boleh pake protes.

busul landscape
taraaa…

Gambarnya lumayan, ehh bagus kan?? *udah susah-susah dibuatin malah dibilang lumayan*. Sebenarnya garisnya bisa lebih halus lagi kalau tidak terburu-buru, tapi kan kita ndak boleh protes ya, alhamdulillah masih dibuatin xD. Tapi gambarnya memang mewakilkan bahwa kehidupan ibu dengan dua anak jarak dekat itu beneran repotss. Terima kasih ya Ayah Herry yang baik bageur segala bisa dan instagram husband. Gambarnya baguusss sekale, nanti bikinin lagi yah! pfffffftttt :p.

Bocoran sedikit, untuk tulisan kolaborasi blog Budel Buwin akan dimulai minggu depan. Kami sepakat akan mengangkat tema “Permainan anak”. Sepertinya minggu depan buwin akan membahas apa saja permainan dan aktivitas yang dilakukan bersama Matahari (anak sulung) dan Samudra (anak bungsu). Namun sekarang buwin sedang “gatel” pengen sharing sedikit ilmu yang buwin dapatkan dari okupasi terapis. Hmm… mari kita sebut topik kali ini dengan “pentingnya bermain sesuai tahapan”.

Sensory-Integration-Pyramid
Piramida Sensori Integrasi. Sumber: ABC Tumbuh Kembang

Sebelumnya pasti sudah ada yang tahu piramida ini yaa. Piramida di atas sering disebut piramida sensori integrasi atau pyramid of learning. Buwin belajar tentang piramida ini awalnya dari Mbak Galih (Okupasi Terapis-OT) ketika berkunjung ke rumah tubuh kembang. Untuk cerita lengkapnya mengenai kunjungannya, bisa dibaca di sini, sini, sini, dan sini. Lhaa.. kok banyak ya xD. Intinya Matahari (anak sulung) mengalami keterlambatan motorik kasar, jadilah buwin konsultasi ke tumbuh kembang.

Nah! Dari diskusi dengan sang OT lah buwin diajari untuk terus main, main, dan main dengan Matahari. Pedomannya bisa mengikuti piramida sensori integrasi. Intinya kita harus puas mengeksplorasi di bagian bawah piramida, agar kita bisa optimal ketika memasuki bagian tengah dan atas piramida. Hmmm.. Kira-kira maksudnya akar yang kokoh akan menghasilkan buah yang ranum, gitu kali ya? Entahlah :’D

Screen Shot 2018-03-02 at 10.48.35 PM

Kalau melihat piramida di atas, buwin pun jadi mengerti mengapa banyak yang melarang pemaparan layar pada anak yang terlalu dini. Begitu juga dengan pelajaran baca tulis hitung. Tentunya karena tontonan di layar dan calistung berada di tengah dan atas piramida. Sedangkan anak usia dini adalah usia yang sangat krusial untuk bereksplorasi dengan mencakup 5 panca indra, ditambah vestibular (keseimbangan) dan proprioseptif (mengetahui fungsi setiap bagian tubuh).

imageedit_3_5773314107
yang ini nihh maksudnya piramida bagian bawah…

Konon kekurangan eksplor di piramida bawah bisa membuat anak akan sulit konsentrasi dan agak tertinggal untuk belajar di sekolah. Misalnya ketika waktu outbound sekolah, anak akan super jijikan atau merasa super tidak nyaman karena tidak biasa dengan tekstur (taktil), medan yang agak terjal (vestibular & proprioseptif), dan lainnya. Memang setiap anak ada pembawaannya masing-masing yang ditentukan sejak dalam rahim. Tapi eksplorasi dengan sensori diharapkan bisa meminimalisir beberapa gangguan belajar yang akan ditemukan di masa mendatang.

Buwin jadi teringat buku anak kesukaan buwin yaitu buku Children Just Like Me. Ada kalimat cukup menohok dari anak yang berusia 10 tahun bernama Kieran. โ€œI think itโ€™s important to know how to use your hands, and not rely too much on computers. If computers go wrong in the future, people wonโ€™t know what to do because theyโ€™ve forgotten how to work without them.โ€ โ€“ ten-year-old Kieran.

Huwaahh berasa dimarahin anak orang. Memang PR banget sih bagi ibu-ibu milenial di kota kayak saya untuk mengajarkan anaknya yang “natural-natural”. Haha. Secara mau kemana-mana ga usah jalan kaki karena banyak kendaraan. Hiburan pun tinggal nonton aja, gausah yang capek-capek kayak main lompat karet. xD. Tapi jika menganut piramida di atas, “sayangnya” untuk anak usia dini memang penting sekali untuk belajar dengan semua indera, bukan mata dan pendengaran saja. Yak, semangat “bergerak” buwin!

Oya, untuk kegiatan optimasi sensori integrasi yang baik, saya kira Mbak @andienaisyah adalah contoh yang tepat (menurut buwin). Mbak Andien sering memperlihatkan aktivitas indoor anaknya di instastories; seperti berlatih naik turun tangga, melatih keseimbangan di exercise ball, berjalan di karpet dengan segala tekstur, merangkak di terowongan, dll.

kaw

Sejujurnya buwin jadi ngiler dan kepengen banget mendaftarkan anak di baby gym semacam itu. Namun rasanya saat ini kami lebih cocok untuk memanfaatkan lahan gratis, yaitu dengan keliling komplek sambil menikmati alam xD. Buwin pun pernah menulis tentang kegiatan stimulasi multi sensori “gratisan” yang hanya bermodalkan alam di sini dan sini.

Kegiatan yang sedang buwin rutinkan sekarang adalah melatih otot kaki Matahari dengan lari-lari dan mengajak Samudra (anak bungsu) untuk baby pilates. Oya, ada aktivitas tambahan yang sedang saya lakukan demi kesembuhan “phobia orang asing” pada Matahari. Yaitu dengan berjualan mochi dan telur ke tetangga sekitar, hehhe. Kegiatan berjualan ini sebenernya ya ampun banget -___-, tapi sebaiknya buwin tunda dulu mendongengnya. Insya Allah nanti kapan-kapan buwin ceritakan dengan agak detail :D.

Baiklahh.. karena sebentar lagi anak-anak terbangun, sebaiknya buwin akhiri saja cepat-cepat, ya? xD.

Semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan, dan nestapa. Sampai jumpa minggu depan. Aamiin!

Ciao~

8 COMMENTS

  1. Yeay akhirnya ada temen kolaborasi kesundulan Ga sabar.

    Btw, aku masih belum paham nih tentang piramidanya. Keknya emang mesti cari tahu lebih detail hihi.
    Semangat belajar ya Matahari dan Buwin :*

    • Hahaa emang ga detail ya. Nanti deh kapan-kapan dibahas. *kapan-kapan mulu*

      simakasi Budel, semoga TT nya saksess xD

  2. Wah subhanallah semangat ya buat Bunda. Semoga terapinya berjalan lancar dan dimudahkan. Oh iya, saya suka lho ama bannernya. Soalnya lucu dan menarik bagi saya hihihi. Karena swlain judulnya, bannernya itu lho yang bkin saya juga mampir k sini โ˜บ๏ธ

    • Betul mbak, memang main di alam itu kegiatan multi sensori. ga usah susah-susah pakai alat juga. Tapi di bogor betul-betul hujan setiap hari dan saya ada bayi juga. Jadi si kakak mau gamau di rumah terus, kasian ๐Ÿ™

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here