#DiaryBundaSundul: Multiple Intelligence dalam Permainan Anak

3
720
views

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Horeee! Hari ini akhirnya launching juga kolaborasi blog bersama Budel (Bunda Ade Delina Putri). Tulisan pertama “Diary Bunda Sundul” kali ini bertema Permainan Anak.

Baca juga tulisan Budel yaa

Mainan Edukasi dan Mainan Terbaik Anak

Minggu kemarin buwin sudah membahas awal mula kolaborasi #DiaryBundaSundul dan perkenalan dengan piramida sensori integrasi. Kali ini buwin akan menjabarkan permainan dan aktivitas Matahari berdasarkan dari teori Multiple Intelligence.

Sebelumnya mari kita flash back sedikit ke tulisan minggu lalu. Intinya jika menurut okupsi terapis, anak seusia Matahari (2 tahun) masih penting sekali untuk bermain dan ekplorasi di piramida bagian bawah (sensory system). Jika stimulasinya kurang, dikawatirkan kedepannya akan menghambat kemampuan ia untuk belajar di sekolah. Maksud dari piramida sensori integrasi bagian bawah adalah seperti ini:

imageedit_3_5773314107
potongan piramida sensori integrasi bagian bawah

Berikut sedikit keterangan mengenai sistem sensori:

  • Olfactory: Sistem penciuman
  • Visual: Sistem penglihatan
  • Auditory: Sistem pendengaran
  • Gustatory: Sistem pengecapan
  • Tactile: Sistem perabaan
  • Vestibular: Sistem keseimbangan
  • Proprioception: Sistem otot dan sendi / kontrol gerak

Untuk menunjang ekplorasi sistem sensori, buwin berusaha menerapkan teori Multiple Intelligence di setiap aktivitas anak. Oya, multiple intelligence adalah teori yang ditemukan oleh Howard Gardner mengenai 8 kecerdasan yang dimiliki setiap individu manusia. Tapi entah mengapa yang ada di gambar bawah malah sembilan. Mungkin teorinya sudah diperbarui ya? :s *self talk*. Untuk keterangan MI lebih lanjut, silakan baca di sini.

9-types-of-intelligence-infographic (1)
Penjelasan mengenai Multiple Intelligence. sumber: adioma

Jadi jika dimasukkan ke dalam teori, beginilah aktivitas dan permainan Matahari setiap hari (kalau tidak hujan, Samudra sedang tidur, dan buwin tidak main henpon.. pffffttttt…. :p)

  1. Naturalis: Memberi makan ikan, menemani buwin memberi makan kucing, mengelus sayang kucing, belajar mengenali jenis-jenis pohon dan daun liar, memetik cabai dari pohonnya dengan benar (tidak mencabut ranting dan daun), berjemur pagi hari dan tidak menggunakan sepatu untuk merasakan embun, mencium harum bunga liar, bermain batu dan pasir.
  2. Linguistik: Menggunakan bahasa Indonesia baku dalam percakapan sehari-hari, membaca buku bersama-sama, merobek kalender harian setiap pagi dan menjelaskan hari ini tanggal, bulan, dan tahun berapa.
  3. Musikal: Bernyanyi bersama, mulai mencoba memetik gitar atau sekadar menepuk-nepuk paha/lantai untuk membuat suara.
  4. Logika – Matematika: Menghitung jumlah ikan atau barang lainnya, menyimpan dan mengurutkan sendal di teras rumah setelah selesai bermain outdoor, bermain tuang air dari gelas takar ke gelas-gelas kecil, memindahkan macaroni dengan sendok dari mangkuk ke mangkuk.
  5. Gerak Tubuh – Bodily Kinesthetic: Jalan pagi sambil menemani membeli sayur, bermain “heboh” dengan ayah, berolah raga sambil mengikuti instruksi, seperti: yoga dengan posisi kobra/anjing, jalan seperti kambing, lompat sambil menyanyikan lagu 5 little monkey, dll.
  6. Interpersonal: Menemani buwin berjualan ke tetangga-tetangga agar bisa mengenal banyak orang, belajar mengerjakan tugas rumah tangga sehari-hari untuk menanamkan empati dan tanggung jawab (menyapu, membereskan mainan setelah dipakai).
  7. Spasial: Bermain lego dan melihat-lihat alam ketika berkeliling komplek
  8. Intrapersonal: Memberinya pilihan untuk suatu keputusan, mengatakan perasaan secara verbal jika sedang sedih, senang, sakit.
  9. Eksistensial: Berdoa, berdialog, bercerita.

Untuk Samudra si bayi 5 bulan, buwin mengajaknya melakukan baby brain gym dan baby pilates seperti tautan video youtube di bawah.

Sebenarnya daftarnya bisa lebih panjang lagi jika buwin mau berusaha lebih kreatif dan menjauhkan rasa malas. Hehheee…

Oya ada beberapa tantangan yang buwin hadapi dalam menjalankan aktivitas bermain dengan anak:

1. Melatih interpersonal Matahari

Dulu kurang lebih dari usia 4 bulan sampai dengan usai 1,5 tahun, jadwal tidur Matahari terbalik (pagi siang tidur, malam bangun). Matahari pun jadi tidak memiliki kesempatan untuk bermain di luar. Ternyata banyak sekali perkembangan yang terhambat karena jadwal tidur yang berantakan. Yaa, walaupun Buwin sadari sebenarnya buwin lah yang terhambat. Sikap Matahari pun hanya “tertular” dari kebiasaan ibunya, huhu.

Akibat kurang gaul dan jarang keluar seperti ini, buwin memang canggung sekali untuk berbicara langsung kepada orang lain. Hal ini pun berefek kepada Matahari, yang secara tidak buwin sadari stimulasi untuk komunikasi sosial tidak terlatih sama sekali.

Untuk memperbaiki segala “kedodolan” yang pernah buwin buat. Buwin kini berjualan mochi dan telur khusus untuk tetangga-tetangga sekitar. Tentunya sambil membawa Matahari karena beliau lah fokus utama dari ide buwin yang aneh ini, hahha.

Sesuai prediksi, respon Matahari memang masih luar biasa sekali -___-.

Ia akan menangis menjerit-jerit ketika buwin masuk ke rumah tetangga. Namun setelah berbelas-belas kali ikut buwin mengantar barang, kemarin ia menunjukkan kemajuan. Yaitu masih minta segera pulang namun tidak berurai air mata seperti biasanya. Horaay 😀

2. Ketika hari hujan

Buwin memang kini bertempat tinggal di Bogor. Kota yang masih hujan walaupun sedang kemarau, dan akan hujan terus-terusan ketika musim hujan ^^. Tinggal di sini menjadi tantangan bagi buwin yang kini lebih suka mengajak anak beraktivitas outdoor. Kebetulan mainan milik Matahari memang hanya beberapa. Jadi ketika hujan, permainan pilihannya biasanya hanya lego dan buku. Duh, tolong rasanya kok bosan yaaa. Jadi sering sekali buwin malah asyik dengan handphone sendiri -___-.

3. Orang tua dan kontrol terhadap gadget

Pernah Matahari berkata dengan pelan, “ayah… ibu…” ketika kami orang tuanya sibuk terus-terusan dengan gadget. Whaaa… sedih sekali ya mendengarnya. Namun sayang kebiasaan ber-gadget ini belum kami atur dengan baik.

Menurut psikolog William Budiman, sebaiknya orang tua memberi contoh kegiatan ber-gadget sehat di hadapan anak. Misalnya dengan tidak memainkan handphone ketika ada yang mengajak berbicara dan juga menyimpannya ketika sedang hadir di acara.

Baru tadi pagi buwin mencoba lepas gadget. Dengan cara tidak memegang handphone sejak bangun tidur sampai dengan Matahari tidur siang. Yeayyy… Semoga nanti-nanti pun bisa terus seperti itu, aamiin 😀

4. Kedua anak sedih dalam waktu yang bersamaan

Beginilah seninya punya anak dengan jarak usia yang berdekatan. Kadang akur dan kadang juga keduanya ingin porsi lebih dengan ibunya. Lebih menantang lagi karena keduanya masih menyusui langsung .___. . Memang sih menyusui lebih dari dua tahun itu tidak disarankan untuk si kakak. Jujur sebenarnya buwin trauma jika harus mengalami kelenjar asi yang bengkak seperti dulu :/. ( namun mari kita coba menyapih bulan depan, semangat!)

Intinyaaa… kebutuhan bayi dan toddler itu berbeda. Samudra tentunya belum bisa berlari-lari seperti kakaknya dan perlu menyusu dengan jarak waktu yang dekat. Hal ini sering membuat Matahari sedih. Namun ketika buwin beranjak untuk menemani Matahari bermain, Samudra akan menangis karena “kebutuhan bayi-nya” belum terpenuhi, hahhahaaa… *tertawa datar ala ibu-ibu mata panda*

Baiklahhh… Begitu kira-kira aktivitas Matahari dan Samudra setiap hari. Hal sederhana seperti merobek kalender saja bisa dibuat mainan ya ^__^. Bagaimana aktivitas bunda dengan anak-anaknya di rumah? Jangan sungkan untuk sharing yaa supaya buwin bisa terinspirasi dan melakukan aktivitas yang sama xD

Akhir kata, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan, dan nestapa :)). Semoga bisa menulis lagi untuk kolaborasi blog Bunda Sundul bulan depan. Aamiin!

Ciao~

nb: jika ingin membaca cerita ala buwin mengenai pendidikan anak usia dini dan dunia laktasi, sila berkunjung ke instagram: @windamaki. simakasi :))

3 COMMENTS

    • iya budel. memang tiap anak pasti punya salah satu kecerdasan yang lebih menonjol. namun sebaiknya yg lain juga perlu distimulasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here