Kesalahan Pemberian MPASI dan Pelajaran yang Didapat (maafkan ibu nak!)

5
2649
views

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Wuaaaahhhhhhhhhhh… Hari ini Samudra si bungsu berusia 6 bulan satu hari. Dimana beliau sudah mulai icip-icip makanan dan ngga ASI melulu ;D.

Alhamdulillah pelajaran mengenai MPASI yang buwin dapatkan sudah mulai berkembang dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu.

Jadi ceritanya dulu buwin penganut paham food combining (sayur dan buah adalah idolaque). Buwin pun “sayangnya” menerapkan hal tersebut pada Matahari (anak pertama).

Setiap hari Matahari diberi banyak buah dan sayurrrr terus menerus sejak awal mpasi. Tentunya Matahari diberi makan daging dan lainnya juga, namun porsinya tidak sebanyak buah dan sayur.

DAN INI TERNYATA KELIRU. *marahin diri sendiri*

Dari website resmi WHO, tertulis sebaiknya kita sesering mungkin memberi daging merah, unggas, ikan, atau telur sejak dari awal usia MPASI. Berikut keterangan lebih lengkapnya,

Complementary foods should be rich in nutrients and given in adequate amounts. At six months, caregivers should introduce foods in small amounts and gradually increase the quantity as the child gets older. Young children should receive a variety of foods including meat, poultry, fish or eggs as often as possible

Hal yang paling “dodol” adalah buwin pernah membuat air kaldu dari daging sapi, dengan niatan air kaldu akan digunakan untuk mpasi. Namun dagingnya malah dimakan oleh buwin dan Ayah Herry. Matahari hanya kebagian bubur dengan air kaldunya saja.. Bzzzz….

Memang skill memasak buwin yang nol besar lah yang membuat buwin kurang pede memberikan “dedagingan” kepada anak. Takut kurang matang lah, takut apalah apalah. Ternyata ketakutan tersebut sangat merugikan bagi anak 🙁

Untuk kasus buwin sendiri, jelas-jelas rugi banget sih. Matahari termasuk kategori gagal tumbuh dan stunting pada kurva tumbuh kembang.. Yapp, penyebabnya adalah pola makan dan pola asuh yang kurang tepat.

Pediiihhhhh deh dengernya. Rasa sakitnya tuh di sini dan siniii… *menunjuk dada dan kepala karena pusing*

Pelajaran yang didapatkan dari anak-anak memang warbiyasa yah.. fiuuhhh….

Buwin pun belajar dari Dokter Klara (di video youtube di atas), bahwa tidak apa-apa anak diberi garam, gula, atau makanan fortifikasi alias makanan instan bayi. Waw banget kannn.. Runtuh sudah perjuangan mamak-mamak idealis mpasi xD

Hal yang penting diingat, garam hanya diberi secukupnya untuk penambah rasa enak pada makanan. Jadi bukannya anak ngemilin garem. *tentunyaaa*

Dokter Klara pun mengingatkan untuk memberikan daging, daging, dagingggg pada anak. Karena jelas anak-anak butuh banget lemak, kebalikannya orang dewasa.

Untuk lebih lengkapnya mendingan nonton sendiri video youtube di atas. Yang jelas penjelasan Dokter Klara bener-bener beda sama pelajaran mpasi yang beredar di linimasa medsos. Hikss…

cuma hobi rebut sendok, ga hobi makannya

Kemarin Camuda anak muda (panggilan Samudra) diberi makan ubi, ayam, tomat, kacang tolo, bawang putih, kaldu ayam, dan minyak. Semuanya dikukus dan disaring dengan penuh kasih sayang oleh buwin. *apasih*

Namun hasilnya baru nempel lidah aja udah huwek-huwek sih anaknya -_-. Akhirnya dicoba ngemilin ayamnya aja, alhamdulillah sukses ditelen (belum tentu suka tapi yang penting masuk perut).

Pas Ayah Herry dan Matahari ngemil kentang goreng, buwin iseng kasih juga ke Camuda. Mau jugakkk ternyataaa… Alhamdulillah. Eh, pas giliran makan pepaya, ogah juga dese.. Hmmmm….

Kemarin benar-benar hari yang terasa panjaaang deh. Matahari akhirnya lepas asi tepat disaat Samudra mulai makan. Jadi babak barunya adalah untuk semua orang. Semua berjuang di jalannya sendiri-sendiri. Ganbatte!

Paling terharu dan sedih sih liat Matahari yah. Akhirnya bisa juga berhenti mimi ASI setelah 28,5 bulan ya, nak :’)

Matahari dan lampu ajaib

Tapi ntar aja cerita tandem nursingnya menyusul ya. Tulisan kali ini udahan dulu, sebelum anak-anak bangun dari tidur siang (pengen ngerujak dulu nih maknya!)

Akhir kata, semoga harimu terselamatkan dari segala kesedihan, duka, dan nestapa. Aamiin.

Ciao 🙂

5 COMMENTS

  1. saya kemarin ikut mpasi ala who, sih, mbak. tapi jarang juga sih ngasih daging sapi ke anak. paling sering daging ayam. alasannya sama karena kurang pandai memasak. akhirnya sekarang saya kasih suplemen zat besi biar anak saya nggak kekurangan zat besi. tentang mpasi sendiri, saya sendiri akhirnya belajar untuk nggak terlalu saklek sama grup mpasi yang diikuti. soalnya kalau anaknya nggak mau makan ya kasian juga kan. akhirnya pas umurnya 11 bulan kukasih gula garam di makanannya

  2. Saya termasuk yang sesekali ngasih bubur instan ke si kecil waktu itu setelah baca sana-sini yang intinya persis kayak bu dokter di tulisan Bunda. Dan idem juga sama Bunda Antung, dengan alasan yang sama. (*apaan sih idem mulu’!)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here