#DiaryBundaSundul Perasaaan Seorang Buwin Kesundulan

2
301
views

Judul di atas sebelumnya ingin buwin tulis “Ibu Kesundulan”. Namun setelah dipikirkan lagi, walaupun pengalaman kami sama, belum tentu dengan perasaannya juga. Ya kan?

Sebenarnya tema #DiaryBundaSundul kali ini adalah perkembangan hubungan antara kakak dan adik. Di mana anak Budel dan buwin kini sudah hampir meninggalkan masa bayinya. Namun tema tersebut akan buwin pelintir sedikit dengan cerita dari lubuk hati buwin. Bagaimana buwin kewalahan menghadapi anak-anak.

Baca cerita punya Budel yaaa..

Anak Jarak Dekat Bisa Main Bareng, Ini Dia Keuntungannya

Jujur akhir-akhir ini buwin merasa $%#*&6!;#@$!@# (alias tidak jelas dan acak-acakan). Mulai dari fisik, perasaan, dan penampilan. Rasanya kacau sekacau-kacaunya. Sampai rasanya kesehatan mental buwin terganggu. Masalah kecil seperti air tumpah saja dapat membuat buwin benar-benar kesal.

Hubungan persaudaraan antara Matahari dan Samudra sebelumnya sangat baik. Sampai saat di mana Samudra kini sudah menolak untuk menjadi “bayi pasrah”. Alias ia tumbuh menjadi bayi petualang yang ingin mengikuti semua kegiatan kakaknya.

Kebalikan dari cerita Budel, anak-anak buwin malah lebih sering bertengkar ketika adik bayi semakin beranjak besar. Fase sibling rivalry atau persaingan antara kakak adik sangat terasa sekarang. Terasa pusingnya -___-.

Minggu lalu ketika Matahari sakit, persaingan menjadi lebih parah dari hari-hari biasanya. Adiknya mendekat hanya satu meter saja bisa membuatnya menjerit “TIDAAAAKKK” terus menerus. Dan masih banyak hal lainnya yang intinya persaingan antara kakak dan adik.

Ditambah lagi jadwal kerja Ayah Herry tidak seperti dulu lagi dan membuatnya lebih sering di kantor. Otomatis buwin harus beradaptasi lagi mengasuh “dua bayi” plus mengurus semua pekerjaan rumah tangga. Rasanya benar-benar kewalahan dan belum terbiasa.

Kebetulan beberapa waktu buwin belajar tentang Descriptive Praise. Lebih lengkapnya seperti penjelasan di video berikut:

Pada gaya parenting Descriptive Praise, kita sebagai orang tua sebaiknya menyadari dan membicarakan secara detail kepada anak tentang perilakunya yang baik, namun tidak dengan memuji. Daripada mengatakan “kamu pintar”, lebih baik mengatakan, “oh, kini kamu sudah bisa menggunakan pakaian sendiri” diiringi dengan gaya bahasa yang ramah.

Poin penting lainnya pada Descriptive Praise, kita harus menahan diri tidak mengatakan apapun ketika anak melakukan hal yang tidak kita inginkan. Selalu fokus pada hal benar yang dilakukannya. Maka anak pun anak mengingat di dalam otaknya tentang hal apa saja yang sebaiknya ia lakukan.

Hmmm.. untuk penjelasan lebih lengkapnya silakan ditonton videonya yaaa,, banyak juga kok artikel yang membahas Descriptive Praise.

Buwin menyadari akhir-akhir ini memang buwin dan anggota keluarga lainnya sering sekali melarang Matahari. Terlebih ketika ia terlihat sedang di dekat adiknya. Pikiran Matahari pastinya dipenuhi berbagai larangan yang tidak menyenangkan. Huhu :(. Semakin dilarang memang rasanya perilakunya semakin sulit dipahami.

Yaa.. Sepertinya Buwin perlu menerapkan Descriptive Praise ini dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja keadaan semakin membaik kedepannya. Aamiin.

2 COMMENTS

    • kalo aku masih belum bisa nemu titik pencerahan. baiknya gimana ya ini. apa nunggu aja ya kan katanya badai pasti berlalu :’D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here