Cerita Matahari dan Buku

0
196
views

Matahari usia 25 bulan

Rencana awalnya, Matahari tidak akan diperkenalkan pada buku di usianya yang terlalu dini. Alasannya karena ingin lebih melatih motorik kasarnya terlebih dahulu. Saya pun tertarik dengan metode Nature Study yang memang memperkenalkan pada buku “belakangan”. Alias anak diajak untuk merasakan alam dengan semua indranya terlebih dahulu sebelum mengenalnya melalui buku.

Tapi sayangnya kondisi berkata lain. Kelahiran Samudra membuat saya jadi jarang mengajak Matahari berkeliling komplek seperti sebelumnya. Ditambah lagi dengan datangnya musim hujan membuat kami semakin lebih sering tinggal di dalam rumah. Berhubung mainan anak yang dimiliki tidak banyak, maka koleksi buku yang ada di rumah lah yang menjadi pengisi aktivitas Matahari sehari-hari.

Kebetulan kami menempati rumah peninggalan kakak saya yang kini sedang berkelana. Ia memang memiliki koleksi ratusan buku anak yang ditinggalkannya sebagian di rumah. Syukurlah.

Dulu kebiasaan wajib Matahari sebelum tidur adalah usap-usap punggung. Sang ayah lah yang bertugas mengusap punggung Matahari sambil bersenandung pelan sampai Matahari tertidur lelap. Namun sekarang kebiasaan itu sudah tergantikan dengan membaca (lebih tepatnya dibacakan) dua buku anak sambil ia menghisap ibu jarinya dengan nyaman. Hal ini bukan karena disengaja, tapi ia mengatakan, “buku yang lain” setiap satu buku yang dibacakan sudah selesai.

Ia mengingat persis setiap kata pada buku Rumah Daun karya Akiko Hayashi karena saya membacakannya berulang-ulang. Tapi saya terinspirasi pada kalimat yang dikatakan oleh seseorang bahwa hidup terlalu singkat untuk membaca buku yang sama terus menerus. Hahaa. Iya juga ya, buku kan jumlahnya sangat banyak sekali. Sangat sayang jika membacakan satu buku secara berulang. Kini pun saya selalu membacakan buku yang baru padanya setiap hari.

Sekarang Matahari sering menyebut kata “istimewa” yang ia serap dari buku Bagai Bumi Berhenti Berputar karya Clara Ng. Di foto yang ditampilkan di atas, ia sedang memperhatikan gambar dari buku Children Just Like Me terbitan DK. Ia sibuk membolak-balik halaman buku dan menundukan kepalanya lekat-lekat pada gambar yang sepertinya ia anggap menarik. Sebenarnya ada rasa sedikit haru ketika Matahari turut tertarik pada buku ini. Buku Children Just Like Me memang merupakan salah satu buku anak yang paling saya sukai sejak dulu :).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here