#DiaryBundaSundul Bayi 6 Bulan dan Anak 2 Tahun Sudah Bisa Ngapain Aja Ya? Katanya Sih Begini..

0
184
views

Assalamualaikum! Di kolaborasi #DiaryBundaSundul yang ke tiga ini, buwin dan budel sepakat untuk membahas keunikan si kakak dan adik. Namun berhubung niche blog ini membahas seputar tumbuh kembang, maka akan buwin sisipkan tahapan tumbuh kembang anak usia 6 bulan (Samudra) dan 2 tahun (Matahari) menurut cdc.gov. Plus buwin akan beritahukan di mana kita dapat mengecek pertumbuhan anak dan tempat kita dapat mengisi kuesioner pertumbuhan anak sendiri.

Baca Juga tulisan Budel di celotehbunda.com bawah ini yaaa

Kelebihan Anak-anak yang Membuat Saya Bersyukur

Sebelumnya, kenapa sih kita harus peduli sekaligus mencatat perkembangan anak? Hmmm.. Ini berhubungan dengan pengalaman buwin mengasuh Matahari sang anak pertama.ย Buwin membesarkannya tanpa pernah melihat tahapan tumbuh kembang sesuai usia (karena tidak tahu ternyata ada listnya). Maka ketika melihat motorik kasar Matahari tidak sesuai dengan teman seusianya, buwin hanya bisa deg-degan tanpa tahu apa yang harus dilakukan.

Kebetulan buwin ingat teman buwin ada yang berprofesi sebagai terapis. Ketika konsultasi, buwin ditanya detail mengenai usai berapa anak bisa tengkurap, telentang, duduk, merangkak, dll. Wah! Sayangnya buwin lupa karena tidak mencatatnya. Setelah googling “curhatan” ibu lain di blognya, memang rata-rata semua ditanya secara detail mengenai pertumbuhan anak pada saat mengunjungi klinik tumbuh kembang.

Di situ buwin sadar bahwa mencatat waktu pertumbuhan anak itu SANGAT PENTING, ibu-ibu! Jangan ulangi kesalahan buwin ya, haha. Baiklah, mari kita lihat daftar kemampuan rata-rata anak di usia 6 bulan dan 2 tahun.

Menurut www.cdc.gov, hampir semua bayi usia 6 bulan bisa melakukan hal-hal berikut,

IMG_20180317_015302
“apa kamu.. apaaaa…” kata camuda si anak yang baru mpasi

A. Perkembangan Sosial dan Emosional Bayi Usia Enam Bulan

  1. Mulai mengenal wajah dan bisa membedakan seseorang yang dikenal dan tidak
  2. Suka bermain dengan orang lain, terutama orang tua
  3. Menanggapi emosi orang lain dan sering terlihat senang
  4. Suka melihat diri sendiri di cermin

B. Perkembangan Bahasa dan Komunikasi Bayi Usia Enam Bulan

  1. Menanggapi suara dengan mengeluarkan suara.
  2. Mengoceh “ah”, “eh”, “oh” sambil bergantian berbicara dengan orang tua
  3. Menyadari ketika namanya dipanggil
  4. Membuat suara ketika merasa senang dan tidak
  5. Mulai mengucapkan bunyi konsonan “m” dan “b”

C. Perkembangan Kognitif (berpikir & pemecahan masalah) Bayi Usia Enam Bulan

  1. Melihat sekeliling benda di dekatnya.
  2. Mengarahkan benda ke mulut
  3. Menunjukkan rasa ingin tahu tentang berbagai hal
  4. Mencoba untuk mendapatkan hal-hal yang tidak dapat dijangkau
  5. Mengoper benda dari satu tangan ke tangan lainnya

D. Perkembangan Fisik / Gerakan Bayi Usia Enam Bulan

  1. Berguling ke dua arah (depan ke belakang, belakang ke depan)
  2. Mulai duduk tanpa dukungan
  3. Ketika diberdirikan, mulai dapat bertopang dengan kaki dan mungkin ingin memantul. *duh yang ini nerjemahinnya susah*
  4. Terkadang merangkak mundur sebelum bergerak maju

Jangan lupa untuk memeriksakan segera ke dokter ketika bayi enam bulan tidak melakukan hal berikut,

  1. Tidak mencoba menjangkau hal-hal yang ada dalam jangkauan
  2. Tidak merasa tertarik kepada pengasuh
  3. Tidak menanggapi suara di sekitarnya
  4. Tidak membuat suara vokal “ah”, “eh”, “oh”
  5. Tidak berguling ke satu arah
  6. Tidak tertawa atau membuat suara memekik
  7. Terlihat sangat kaku dengan otot yang kencang
  8. Tampak sangat lemas, seperti boneka kain

Laluuu…. Berikut daftar tumbuh kembang yang penting untuk anak usia dua tahun

IMG_20180405_102621
sedang kerja dengan laptop, seperti ayah katanya

A. Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia Dua Tahun

  1. Meniru orang lain, terutama orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua
  2. Bersemangat semangat ketika bersama anak-anak lain
  3. Menunjukkan semakin banyak kemandirian
  4. Menunjukkan perilaku menantang (melakukan apa yang dilarang)
  5. Bermain terutama di samping anak-anak lain, tetapi mulai memasukkan anak-anak lain, seperti dalam permainan kejar-kejaran

B. Perkembangan Bahasa / Komunikasi Anak Usia Dua Tahun

  1. Menunjuk hal atau gambar yang kita sebutkan namanya
  2. Mengetahui nama orang-orang dekat dan bagian-bagian tubuh
  3. Mengatakan kalimat dengan 2 hingga 4 kata
  4. Mengikuti instruksi sederhana
  5. Mengulangi kata-kata yang didengar dalam percakapan
  6. Menunjuk hal-hal dalam sebuah buku

C. Perkembangan Kognitif (berpikir & pemecahan masalah) Anak Usia Dua Tahun

  1. Menemukan barang-barang yang tersembunyi
  2. Mulai mengurutkan bentuk dan warna
  3. Selesaikan kalimat dalam buku-buku yang sudah dikenal
  4. Senang bermain pura-pura (make believe atau pretend play)
  5. Membangun menara dari 4 blok atau lebih
  6. Lebih sering menggunakan satu tangan daripada yang lain
  7. Bisa mengikuti instruksi dua langkah seperti “Ambil sepatumu dan letakkan di lemari.”
  8. Menyebutkan nama dalam buku gambar seperti kucing, burung, atau anjing

D. Perkembangan Gerakan / Pengembangan Fisik Anak Usia Dua Tahun

  1. Berdiri berjinjit
  2. Menendang bola
  3. Mulai berlari
  4. Mendaki ke atas dan ke bawah dari perabot rumah tangga tanpa bantuan
  5. Berjalan naik dan turun tangga sambil berpegangan
  6. Melempar bola dengan tangan
  7. Membuat garis lurus dan lingkaran

Mulai lakukan intervensi ketika anak usia dua tahun tidak melakukan hal-hal berikut,

  1. Tidak menggunakan frasa 2 kata (misalnya, “minum susu”)
  2. Tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hal-hal umum, seperti sikat, telepon, garpu, sendok
  3. Tidak meniru tindakan dan kata-kata
  4. Tidak mengikuti instruksi sederhana
  5. Tidak berjalan dengan mantap
  6. Kehilangan keterampilan yang pernah ia miliki

Sekiann… Ada yang mulai deg-degan karena anaknya tidak sesuai tahap perkembangan? *ngacung sendiri* *zaman dulu tapinya*

Dari pengalaman buwin pribadi, Samudra (6 bulan) sudah sesuai perkembangannya dengan anak seusianya. Ditambah lagi ia sudah merangkak maju, setelah kemarin ketika usia 4 bulan sibuk mundur-mundur sesukanya (sampai pernah jatuh dari kasur!). Sekarang hobinya adalah “menanjak” badan siapapun yang ada didekatnya. Setelah itu ia berdiri sambil berpegangan dan sibuk senyum-senyum sendiri.

Buwin perhatikan Ia memang menonjol di bagian motorik kasarnya sejak ia di dalam janin (alias gerak-gerak dan nendang melulu). Terbukti ketika lahir ia sukses IMD dengan cepat sampai bu bidan terkejut. Namun untuk urusan bicara, ia memang tergolong agak hemat bersuara. Ketika dibercandai pun ia hanya nyengir selebar-lebarnya dan jarang terdengar suara xD.

IMG_20180406_101618
suaranya manaaa nakk

Hal yang perlu diingat, lain anak tentunya lain juga keunikan. Si kakak lebih suka diam sejak di dalam rahim. Sampai buwin sering sekali mengecek detak jantungnya dengan alat bu bidan. Rasanya khawatir sekali ia jarang bergerak. Ketika IMD pun ia hanya diam saja sambil terus menatap wajah buwin.

Namun sejak usianya tiga bulan ia sudah bisa meniru kata “ayyyrraahhh” ketika ayahnya mengulang-ulang kata ayah didepannya. Sekarang usainya 28 bulan dan terbukti ia memang saaangaaat cereeeweeettt. Ketika ayah herry sedang berbicara dengan buwin, ia sering sekali mengatakan, “Ayah tidak bicara dengan ibu dong, tidak dong”. Belum lagi ia memang sedang suka menantang dan menyebut kata kebalikan. Misal ketika sedang disuruh untuk naik, ia akan menjawab, “tapiiiii… matahali mau tuluuuunnn, “tapiii…. matahali maunya makan sedikiittttt”, dll (-__-)..

IMG_20180412_142124_HDR
hanya mau diam jika ada mainan seru

Kini saatnya buwin membahas tentang bagaimana rasanya jika perkembangan anak terlambat (halah, penting ngga ya ngebahas “rasa”? :p)

Perasaan memang sebenarnya peringatan alami untuk kita, asal jangan kebawa baper kayak buwin. Buwin dulu kalau melihat anak yang sudah bisa jalan padahal lebih muda dari Matahari, rasanya bingung, takut, sekaligus sedih. Lah wong usianya bisa 8-10 bulan lebih muda, gimana kagak baper :’D.

Untunglah akhirnya Matahari bisa juga jalan, sesuai kata “pepatah” orang-orang yang bilang, “ah, ntar juga bisa”. Haha :D. Tapi akukan mamak millennial ya, yang dikit-dikit google dan malah jadi khawatir xD. Namun untunglah dari pengalaman anak pertama ini, buwin malah jadi semakin tertarik untuk belajar mengenai tumbuh kembang. Alhamdulillah ๐Ÿ˜€

Jadiii.. Bagaimana sih cara mengecek perkembangan anak sesuai usia?

Hal paling murah dan mudah yang bisa dilakukan adalah dengan browsing internet tentunya, haha :D. Sudah banyak sekali artikel yang menjelaskan tentang milestones anak. Kita pun bisa mengisi kuesioner pra skrining sendiri di sini >> https://tumbuhkembang.info/alat/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-kpsp/

kuesioner tumbuh kembang
begini tampilan rumahnya. dijelaskan bagaimana cara menstimulasi anak juga ๐Ÿ˜€

Namun kita bisa datang sendiri ke klinik tumbuh kembang jika ingin laporan yang lebih lengkap dan detail (tentunya harus tersedia dananya ya). Di klinik tumbuh kembang yang lengkap, akan ada dokter, psikolog, dan berbagai macam terapis yang akan membantu kita.

Di sana kita dihadapi dengan berbagai dan banyak pertanyaan secara lisan dan tertulis mengenai pertumbuhan anak kita sendiri. Setelah itu anak kita akan disuruh bermain dengan mainan yang sudah disediakan, kemudian baru lah dilihat dimana kekurangannya di mata para pakar.

Buwin sendiri belum pernah ke klinik tumbang yang selengkap itu sih. Buwin hanya pernah konsultasi lisan saja dengan okupasi terapis dan konsultan di puskesmas. Jauh lebih terjangkau juga biayanya, hehhe. Tapi ketika melihat Matahari diajak bermain oleh okupasi terapis, buwin baru belajar bahwa mengajak bermain anak memang harus semangat, cerewet, dan segembira itu. Hahha.

Untuk konsultasi dengan okupasi terapis sendiri, buwin meminta bantuan Mbak Galih yang pernah buwin ceritakan di instagram.

 

okupasiterapis
follow ig aku dong kakaak @windamaki ๐Ÿ˜€

Cerita perkembangan anak buwin mungkin biasa-biasa saja bagi orang lain. Namun yaa namanya anak sendiri yaa, mau sesuai tahapan atau tidak tetap saja rasanya selalu spesial di hati (cieee~~~). Rasanya bisa melahirkan mereka saja sudah keajaiban yang luarrr biasa kok :)). Setiap anak itu unik, setiap anak itu baik. Setiap anak pasti membanggakan orang tuanya (semoga semua anak seberuntung itu yaa).

Baiklah, sekian cerita dan informasi panjangnya! Pelajarannya adalah jangan baper melihat perkembangan anak tetangga. Tanya saja langsung resep bagaimana anaknya bisa cepat jalan, bicara, de el el (mendingan nanya daripada baper). Lebih diutamakan jika kita konsultasikan dengan yang ahli ya, selain lebih akurat, kita pun bisa diajarkan bagaimana stimulasi yang baik :))

Akhir kata, semoga harimu terselamatkan dari segala kesedihan, duka, dan nestapa. Semoga dapat bertemu dengan #DiaryBundaSundul lagi bulan depan. Aamiin.

Ciaoย 🙂

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here